Ericsson: 2030 Karyawan Kantoran Bisa Berfungsi Dari Manapun?

Jakarta, Selular. ID   – Ericsson Consumer & IndustryLab, salah satu departemen Ericsson melakukan penelitian untuk mencari tahu ekspektasi para pekerja pejabat di tahun 2030, dengan membabitkan   7. 842 pekerja kantoran dari berbagai negara yang pantas atau berencana menggunakan teknologi seolah-olah augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan virtual assistants dalam aktivitas harian mereka selama bekerja.

Pengkajian ini dilakukan juga atas dasar perkiraan bahawa pada tahun 2030 mendatang solusi 5G dan teknologi pendukung sudah bertumbuh secara permanen. Melalui kemajuan itu nantinya praktisi memiliki ruang gerak yang bertambah leluasa, dan kemajuan teknologi sudah ada dititik menjamah panca indera, atau dapat disebut sebagai internet of senses .

Lantas apa hasil dari penelitian Ericsson Consumer & IndustryLab itu, simak beberapa temuan menariknya berikut ini.

Kantor virtual dapat menjadi kenyataan pada tahun 2030

Dengan kemajuan teknologi yang sedemikan pesar, kantor maya bisa saja terealisasi dalam 10 tahun kedepan. Penelitian Ericsson membuktikan bahwa lebih dari setengah responden (58 persen) tertarik dengan rancangan kantor digital yang terhubung dengan semua panca indera kita. Lebih dari itu, masyarakat juga menginginkan adanya sebuah ‘gudang virtual’ untuk transaksi jual-beli antara pemasok barang dan pembeli.

Baca juga:   Ericsson Umumkan Cloud RAN untuk Fleksibilitas Jaringan

Pada tahun 2030 nanti, tim peneliti memperkirakan set bekerja seperti laptop bisa sekadar digantikan dengan teknologi pekerjaan lainnya yang memudahkan masyarakat untuk berjalan. Selain itu, teknologi AR maupun VR memungkinkan kita untuk tahu dan merasakan kehadiran rekan kerja kita dari rumah masing-masing.

Pandemi COVID-19 menjadi titik balik bagi dunia maya dan teknologi

Cara masyarakat bekerja juga menemui perubahan yang signifikan, penelitian Ericsson menunjukkan bahwa enam dari sepuluh orang merasakan peningkatan dalam penerapan teknologi dalam dunia pekerjaan semenjak implementasi work from home (WFH). Kerap dan pertemuan tidak lagi dilakukan secara langsung, namun secara daring. Oleh karena itu, masyarakat pula mengharapkan adanya sarana dan teknologi yang mendukung tren baru ini.

Lalu   terekam 54 persen responden menyatakan rencana mereka untuk dapat mengubah dewan mereka menjadi ‘istana daring’ secara berbagai fitur-fitur dan efek dengan mendukung kinerja mereka. Selain itu, 24 persen responden percaya kalau implementasi pekerjaan dengan menggunakan pengawasan jarak jauh, dapat digunakan di tahun 2030.

Meningkatkan kinerja melalui aktivitas team building

Selain memiliki fungsi untuk membantu kegiatan karyawan dengan konsumen, internet of senses juga berguna untuk memajukan kinerja karyawan. Salah satu caranya merupakan melalui aktivitas team building dengan dapat dilakukan secara virtual.

baca juga:   Data Center Premium JAK2 Formal Diluncurkan

Dengan internet of senses, Anda mendapatkan banyak opsi yang menarik dalam menyelenggarakan sebuah aktivitas team building. Lupa satu contohnya: mengadakan pertandingan sepakbola secara virtual. Peserta dapat bermain sepakbola bersama dengan awak itu dari rumah masing-masing.

Internet of Senses buat bisnis

Lalu internet of senses akan digunakan buat membantu dunia bisnis, terkhususnya pada bidang sales dan marketing.   Layaknya teknologi, kegiatan jual beli juga akan berkembang untuk sepuluh tahun ke depan. Dengan bantuan internet of senses, kegiatan jual-beli dapat dilakukan secara online.

Nantinya penjual dapat menampilkan produk yang ingin dijual dalam sebuah toko virtual. Barang itu juga dapat dilihat, diraba, serta dirasakan secara langsung oleh pembeli.

Tempat kerja maya

Teknologi ini memberi kesempatan agar kinerja seorang karyawan tidak dibatasi pada lokasinya. Seorang karyawan sanggup mengadakan rapat dengan calon konsumen ketika ia sedang berada dalam kereta atau rumah makan, minus harus kembali ke kantor atau di rumah.

Tidak sampai disitu, Sebagian responden pun setuju dengan merelokasi tempat berjalan ke rumah masing-masing, proses digitalisasi ini dapat menguntungkan pihak kongsi dan karyawan. Di satu bagian, perusahaan dapat menghemat pengeluaran mereka, karena tidak perlu membayar uang sewa gedung. Di sisi lain, pekerja dapat menghemat pengeluaran mereka untuk transportasi ke kantor.