Fujifilm Luncurkan Mirrorless GFX100 IR, Tepat Untuk Ahli Forensik?

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta, Selular. ID – Fujifilm hari ini mengumumkan peluncuran kamera digital mirrorless GFX100 IR, yang dilengkapi dengan kemampuan pengambilan gambar inframerah. Unit ini diklaim sangat cocok buat mereka yang berprofesi sebagai tim forensik, para pekerja ilmiah, serta pelestarian budaya.

Bagaikan dikutip dari Gizmodo , Kamis (26/11) kamera diklaim memiliki hasil jepretan gambar dengan status super detail. Hal ini dimungkinkan karena kamera ini memiliki keterampilan pixel Shift Multi-Shot, yang memungkinkan GFX 100 IR   memanifestasikan foto hingga resolusi 400 megapixel.

“Sensor infrared yang berbeda di depan lensa merupakan sebuah terobosan, fotografer dapat menunggangi panjang gelombang cahaya yang bertentangan untuk mengungkap detail tersembunyi. Selain itu, dengan menggunakan IR cut filter yang sesuai, memungkinkan GFX100 IR digunakan secara normal, sama dengan kamera GFX100 versi standar untuk membuat gambar berwarna normal dalam spektrum yang terlihat, ” kata Fujifilm, dalam pernyataan tertulisnya.

Baca juga:   Fujifilm GFX100 dapat Merekam Gambar 4K dengan Kedalaman Warna 10-bit

Jika menelisik lantaran kemampuan itu, bisa dibilang tustel ini memang bukan kamera ceroboh. Melihat sifat dasar GFX100 IR yang bisa dibilang menargetkan profesi. Dalam pernyataanya, bahkan pihak Fujifilm berpesan kamera ini akan benar berarti apabila mereka yang sungguh benar-benar membutuhkan kemampuanya. Semisal buat mengidentifikasi dokumen yang dipalsukan atau bidang pelestarian budaya, di mana gambar inframerah yang dihasilkan oleh kamera ini dapat digunakan buat menganalisis pigmen warna artefak.

Perusahaan kamera asal Jepang ini belum membeberkan harga untuk kamera tersebut. Tetapi yang terang, kamera ini hanya akan didistribusikan secara terbatas lewat retailer tertentu, dan tidak akan tersedia untuk publik secara umum. Bahkan yang berhasil mendapatkanya pun musti bertekuk lutut pada perjanjian lisensi khusus dengan merinci persyaratan penggunaan kamera tersebut.

“Karena meninjau tulisan subjek dalam inframerah dari tustel ini pada akhirnya dapat menuju pada kemungkinan membuka rahasia daripada benda artefak paling berharga di sejarah, [atau] buat para peneliti yang menggunakan tulisan untuk mengevaluasi karya seni ataupun potongan bukti, ” tandasnya.