Sinergi Qasir dan Grab Sediakan Servis bagi UMKM di Tengah Pandemi

Jakarta, Selular. ID – Startup yang bergerak sebagai penyedia platform point of sales (POS), Qasir, menjalin kerjasama dengan Grab di layanan Grabfood miliknya. Kerjasama ini memungkinkan usahawan Qasir, khususnya yang bergerak di industri makanan dan minuman (F& B) untuk bisa menikmati keuntungan automasi pencatatan transaksinya langsung ke sistem CONGKONG di aplikasi Qasir.

Fitur kerjasama Qasir dan Grab ini dapat digunakan oleh merchant Qasir dengan biaya berlangganan terjangkau. “Untuk mendukung usahawan secara ideal di tengah pandemi, kami telah menyediakan layanan paket kerjasama usaha dengan GrabFood, di mana usahawan dapat langsung menyimpan data pembicaraan GrabFood-nya di sistem POS Qasir, ” kata CEO Qasir, Michael Williem.

“Merchant F& B sendiri telah merepresentasikan kira-kira 50% dari merchant base Qasir. Menjalin kemitraan dengan Grab yang memiliki jaringan luas akan menolong mitra usaha kami untuk jalan basis pelanggan yang lebih gede. Hal ini juga menambah peluang kami untuk melakukan akuisisi merchant F& B, ” Michael menambahkan.

Menurut pria yang akrab disapa Mike ini, kemitraan dengan Grab dilatarbelakangi atas komitmen perusahaan untuk terus mendampingi usahawan terutama di masa-masa sulit akibat pandemi. Karenanya, fitur yang ditawarkan pun tetap mengusung prinsip positif guna dan terjangkau.

Jumlah pelaku usaha UMKM di dalam negeri yang sudah memanfaatkan maklumat online untuk mengembangkan bisnisnya sedang perlu peningkatan signifikan. Saat tersebut hanya 13% UMKM yang sudah bertransformasi ke pemasaran digital. Buat itu Qasir terus berupaya membantu para usahawan UMKM, salah satunya lewat integrasi platform POS miliknya dengan layanan GrabFood.

“Sejak pandemi, platform digital yang tadinya hanya dinilai sebagai juru bicara bantu alternatif untuk melakukan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari berubah menjadi suatu kebutuhan penting. Mereka yang belum terbiasa dengan teknologi digital pun seolah dipaksa laksana untuk menggunakan teknologi jika ingin bertahan. Ini juga terjadi di UMKM kita. Di mana pemasaran online berbasis digital terbukti menyelamatkan mereka yang tidak bisa sedang berjualan secara offline, ” ungkap Michael.

Peningkatan angka korban pandemi serta pembatasan mobilisasi sosial di berbagai daerah, nyatanya turut memberikan dampak bagi ekonomi UMKM, termasuk para usahawan Qasir. Sebagai langkah konkret untuk positif pemulihan bisnis usahawannya selama zaman pandemi COVID-19, Qasir menawarkan servis “Website Usaha” yang ditujukan untuk pengguna untuk memasarkan produk-produknya melalui website dengan biaya langganan kurang dari Rp200. 000 per tahunnya.

Pengguna hanya menetapkan memasukkan data usaha, sedangkan catatan produk sudah tersinkronikasi secara otomatis dari aplikasi Qasir. Dengan sejenis pelanggan bisa langsung memesan buatan melalui Website Usaha yang telah terintegrasi dengan aplikasi Qasir. Pelanggan juga dapat memilih jasa transmisi dan durasi pengiriman layaknya berbelanja di toko online pada umumnya.

“Salah satu manfaat yang paling dirasakan oleh merchant ialah mereka dapat lebih semoga untuk mempromosikan produknya secara online dan membuat multi-channel transactions jadi dapat merasakan pengalaman jualan online yang mulus dan akhirnya berdampak pada kenaikan penjualan merchant itu sendiri, ” tambah Mike.

Satu diantara bentuk kepedulian sosial yang perdana saja diinisiasi Qasir adalah gerakan #JagaUMKM. Kampanye ini merupakan besutan segenap karyawan Qasir sebagai bentuk kepedulian kepada usahawan mikro dengan terdampak pandemi, yang tidak sedikit di antaranya mengalami kesulitan mengenalkan produknya ke masyarakat.

Saat ini terdapat lebih daripada 2. 500 merchant atau usahawan yang telah terdaftar di website www.jagaumkm.com. Sebesar 52 persen adalah usahawan makanan dan minuman (F& B), 9 persen usaha minimarket/toko kelontong, dan 39 persen cara lainnya (butik, toko elektronik, kesehatan). Persebaran area merchant yang memutar banyak berasal dari DKI Jakarta, Banten, Bekasi, Depok, dan Surabaya.