Tersebut Dia Tantangan Pemerataan Akses Internet di Wilayah 3T

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Jakarta, Selular. ID – Industri telekomunikasi terus bertumbuh hingga 5, 1% di tahun 2021 ini akibat adanya penambahan kebutuhan akses data. Tetapi pemerataan akses internet masih menjadi kendala utama masa ini.

Hal ini dikarenakan kondisi geografis Indonesia yang merupakan negeri kepulauan cukup menyulitkan pelepasan ketersediaan layanan internet had ke daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T).

Baca juga:   Kominfo Umumkan 3 Operator yang Lolos Seleksi Lelang Frekuensi 2, 3 Ghz  

Direktur Sumberdaya dan Administrasi BAKTI Kominfo, Fadhilah Mathar mengungkapkan, wilayah di luar pulau Jawa menjadi wilayah terbanyak yang belum terjangkau internet. Setidaknya masih ada 70 juta penduduk Indonesia yang pengganggu mendapat akses internet.

“Inilah yang menjadi tugas besar BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kominfo), untuk menyediakan wahana tersebut lewat percepatan alterasi digital, ” ujar Fadhilah, dalam acara Webinar bertajuk ‘Konektivitas Telekomunikasi Dalam Cara Transformasi Digital Indonesia’ Selasa, (27/4).

BAKTI Kominfo menetapkan tahun 2021-2022 menjadi tahun pembangunan fisik di mana sebanyak 7904 desa/kelurahan yang saat ini belum terjangkau internet dapat menikmati petunjuk 4G. Pembangunan infrastruktur jaringan 4G ini diharapkan sanggup meningkatkan kesejahteraan masyarakat lupa satunya mendorong ekonomi digital hingga ke daerah penjuru Indonesia.

Baca juga:   Lintasarta Tingkatkan Kemampuan Infrastrukturnya

“Mengajak kita semua untuk memanfaatkan teknologi selular untuk meningkatkan peradaban dan dukuh.   “Fokus utama BAKTI Kominfo adalah menyediakan infrastruktur jaringan di daerah-daerah dengan masuk dalam kategori tertinggal, terluar, terdepan, dan terasing yang selama ini tak tersentuh oleh operator selular, ”lanjut Fadhilah.

Dalam hal ini negeri berkolaborasi dengan berbagai bagian, termasuk swasta, untuk mencapai target yang akan dicapai, salah satunya oleh Lintasarta, perusahaan penyedia jaringan serta solusi telekomunikasi.

Lintasarta bersama konsorsiumnya memiliki kesempatan untuk membangun 1795 BTS (base transceiver station) di kawasan Papua Barat dari total 7000-an BTS yang menjadi target SETIA Kominfo di seluruh Nusantara.

Baca selalu:   Gagal di Lelang 2, 3 GHz, XL Axiata Akan Fokus Tingkatkan Layanan 4G

Banyak tantangan yang dihadapi oleh para penyedia jaringan selain sekatan geografis, tingkat keamanan di lokasi, transportasi, dan minimnya pasokan listrik turut menjadi kendala. Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Marketing and Solution Lintasarta, Ginanjar. “Cara untuk menjangkau lokasi sangat menantang, hal ini menyebabkan biaya menjadi jauh bertambah mahal dibandingkan membangun BTS di daerah non 3T, ” tambahnya.

Guna menyikapi kendala lapangan, BAKTI Kominfo selalu membangun pendekatan dengan pemda setempat dan aparat keamanan, agar proyek berjalan dengan licin.

Lalu BAKTI Kominfo merasa mendapat fasilitas karena aspek penyediaan lahan umumnya disediakan oleh negeri daerah. Dengan begitu BAKTI Kominfo bisa berkonsentrasi dalam aspek pembangunan fisiknya.